Property Terbaik di Harga Paling Tepat

Kami akan selalu memberikan property terbaik yang bernilai tinggi dengan harga yang terus bergerak naik. Hubungi kami untuk mendapatkan property pilihan yang tepat sebagai investasi maupun penggunaan sendiri.

Primary Listing
  • Signature Park Grande

    Signature Park Grande

  • DeVins Puncak

    DeVins Puncak

The Primary Listing

The Primary Listing

Proyek-proyek terbaru dengan harga perdana
Read More
Properti Dijual

Properti Dijual

Rumah, Apartment, Ruko dan Office space siap pakai
Read More
Properti Disewakan

Properti Disewakan

Properti-properti disewakan ada disini
Read More
Properti Dicari

Properti Dicari

Daftarkan properti anda dan kirim saran anda disini.
Read More

Kenaikan Harga BBM, Harga Rumah Diperkirakan Ikut

Para pengembang perumahan hingga saat ini memilih bersikap menunggu terkait isu kenaikan harga BBM bersubsidi. Pengembang belum mengambil keputusan.

“Mau tidak mau, kenaikan BBM akan mendorong kenaikan harga bahan bangunan. Makanya, banyak pengembang wait and see,” ujar pemilik PT Tujuh Pilar Sarana, Ferry Sandiyana, Rabu (5/11/2014).

Ferry menjelaskan, kenaikan harga bahan bangunan akan mendorong naiknya harga hunian. Melihat pengalaman yang lalu, menurut dia, kenaikan harga BBM kali ini akan memicu kenaikan harga hunian sekitar 10 persen hingga 15 persen.

Namun demikian, lanjut Ferry, pengembang tidak akan menaikkan harga jual hunian karena hanya akan memperlambat penjualan. Dia memperkirakan, kondisi akan kembali normal setelah 2-3 bulan pasca-kenaikan BBM bersubsidi.

“Kami khawatir daya beli masyarakat akan melemah,” terangnya.

Selain soal kenaikan harga BBM bersubsidi, Ferry melihat pemerintahan baru lebih berpihak kepada sektor properti, khususnya perumahan rakyat. Untuk itu, dia berharap pemerintah memberikan dukungan melalui kebijakan karena bagaimanapun pengembang membutuhkan insentif dari pemerintah.

Ferry mengatakan, meski dibayangi oleh kenaikan harga bangunan, pihaknya tidak akan mengubah rencananya meluncurkan Grand d’Pillar. Residensial bertipe menengah itu membidik segmen keluarga baru.

“Di atas lahan satu hektar ini akan berdiri 67 unit bangunan, terdiri dari 42 unit tipe 38/78 dan 25 unit tipe 48/91. Letaknya di Ciganitri, Bojongsoang, Bandung,” ujarnya.

Sebelumnya di Kompas.com, Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI), Theresia Rustandi, mengatakan bahwa isu yang tidak jelas berpengaruh terhadap pasar, salah satunya isu kenaikan harga BBM.

“Walaupun baru isu, tapi sudah ada beberapa yang menaikkan harga. Ini membuat pasar tidak stabil,” ujar Theresia di Jakarta, Sabtu (1/11/2014) lalu.

Theresia menyayangkan sikap pemerintah yang tidak dapat memberi ketegasan soal kenaikan BBM ini. Isu yang beredar itu, lanjut Theresia, membuat suplier dan vendor mengantisipasi harga bahan bangunan. Dia khawatir, saat kenaikan harga BBM benar-benar terjadi, akan ada kenaikan harga kembali.

“Pemerintah, semua pihak, jangan menyebarkan isu. Kalau belum pasti tanggalnya, jangan diberi tahu dulu,” kata Theresia.

 Sumber : Kompas .com
Lutea-Lotus
Kenaikan harga BBM cepat atau lambat pasti terjadi, jadi segeralah dapatkan properti-properti pilihan anda sekarang.

Segmen Rumah Seharga 100 Juta

Segmen rumah seharga 100 Juta-an menjadi incaran berbagai kalangan termasuk kalangan masyarakat yang sudah punya hunian. Salah satunya adalah seorang karyawan swasta sedang mencari rumah murah di pameran rumah rakyat yang diselenggarkaan Kementerian Perumahan Rakyat, di JCC, Jakarta 3-7 September 2014. Padahal, beliau mengaku sudah memiliki dua unit aparteman, di Depok dan Pluit.

Beliau mengaku memiliki apartemen sejak dua tahun lalu. Namun sejak pertama kali serah terima, apartemennya tersebut tak pernah dia tinggali, melainkan disewakan pada orang lain. Apartemen yang satu di Pluit masih belum dibangun, keduanya ia peroleh dengan cara Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Karena tergiur dari harga rumah yang ditawarkan pameran. Dia pun tidak masalah dengan jarak rumah yang jauh dari perkotaan, asalkan harganya masuk di kantong karyawan swasta ini. Tak seperti apartemen yang menjadikan ladang investasi baginya, rumah yang bakal dibelinya ini akan ditinggali meski jaraknya jauh dari kota tempat ia bekerja. Dengan penghasilan di atas Rp 4 juta per bulan, dia tak termasuk yang boleh mendapat rumah subsidi bunga (FLPP) dengan harga rumah Rp 100 jutaan.

Seperti yang kita ketahui, properti untuk hunian menengah di Indonesia, khususnya di Jabodetabek mengalami deadlock, dan seiring waktu berjalan keadanaan semakin tidak berimbang, sebuah sumber mengatakan, pasokan rumah pertahun adalah 30.000 Unit, sedangkan kebutuhan betambah sebesar 80.000 Unit per tahun-nya.

Pameran Properti Online adalah sarana yang mumpuni dalam mencari hunian atau rumah baru. Di sini disajikan hunian terpilih dari Berbagai developer unggul di Berbagai daerah. Dan specialnya adalah semua yang masih ditawarkan dengan harga prelaunching.